Solusi Masalah Lingkungan Asia
 

The power to change: Asia’s environmental solutions

April 5th, 2007 by webmaster  Print This Post/Page

Environmental_Intro.jpgWe often hear about and see all the environmental problems Asia is facing. Air pollution, rubbish everywhere, dirty water. Perhaps you feel powerless to change it? ‘Asia Calling’ brings you some inspiring stories on how to save the environment. From the Wind power revolution in China to one man’s sixty year mission to clean a stinky polluted river in Nepal, we brings you some of the region’s positive environmental stories.

 

CINA: Korupsi Antar Pemerintah Mengancam Kelestarian Hutan Birma

April 5th, 2007 by webmaster

Birma forest.jpgOrganisasi lingkungan hidup internasional mengatakan, perusahaan dan pemerintah Cina bekerja sama dengan diktator militer Rangoon melakukan penebangan liar di Birma. … more

 

CINA: Tenaga Angin Sebagai Alternatif Penyelesaian Krisis Energi

April 5th, 2007 by Daniel Schearf

china_envi.jpgPesatnya pertumbuhan ekonomi Cina membuat kebutuhan energi dan bahan baku negeri itu juga meningkat. Tetapi penekanan Beijing terhadap pertumbuhan ekonomi mengakibatkan sejumlah … more

 

INDONESIA: Perlunya Revolusi Daur Ulang

April 5th, 2007 by Rebecca Henschke

indonesia.jpgKota yang dikenal dengan sebutan Paris van Java berubah menjadi tempat pembuangan sampah raksasa. Jalanan kota Bandung kini tertutup oleh gunungan sampah … more

 

PHILIPPINES: Smokey Mountain helps Mother Earth

April 5th, 2007 by Shirley Escalante

smokey_mount.jpgIt’s not very often that you see a President at a rubbish dump, but that was where Philippines leader Gloria Arroyo was … more

 

NEPAL: Making a difference, a portrait of 81 years old Bhagwandas Manandhar

April 5th, 2007 by Jaya Luintel

nepal.jpgImagine wading into the rivers of Jakarta or Bangkok? Through-out Asia, the rivers of mega cities are becoming contaminated with rubbish sewage. … more

 


ON AIR THIS WEEK
 

Topan Burma Menundukkan Militer Burma: Korban tewas akibat topan Nargis di Burma terus bertambah. Menurut pekerja kemanusiaan, jumlahnya  mencapai 20 ribu orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ada kekhawatiran angka ini terus bertambah akibat kolera dan penyakit bawaan air lainnya yang menyebar diantara  penduduk yang kehilangan tempat tinggal, yang mencapai  dua juta orang. Militer Burma berada ditekan Perserikatan Bangsa Bangsa agar membiarkan pekerja  kemanusiaan bekerja tanpa batas menangani bencana ini. Koresponden kami  melaporkannya untuk Anda.

Para Pelajar Kamboja Putus Sekolah Karena Tak Lagi Menerima Bantuan WFP :  Persediaan beras dunia kian berkurang dan berada di titik terendah  dalam  20 tahun belakangan ini.   Alhasil, harganya melonjak  lebih dari dua kali lipat  sejak awal 2008. Jurubicara Badan Pangan Dunia (WFP), Paul Risley mengatakan orang yang paling miskin akan kelaparan,  karena badan itu  tak sanggup memebeli beras.  Sejak bulan ini, WFP menghentikan pengiriman sarapan gratis untuk setengah juta anak sekolah Kamboja. Sorn Sarath dari  Radio of Democracy (VOD) mengunjungi salah satu sekolah itu,  dan mencari tahu dampakbya pada mereka.