January 1st, 2008 by Rebecca Henschke

Fron Pembela Islam Moro dan pemerintah Filipina mengatakan, akan menandatangani perjanjian perdamaian yang terakhir pada awal tahun 2008.
Kedua belah pihak, hampir mencapai kesepakatan ’soal tanah leluhur’ yang terletak di pulau Mindanao, yang menurut sejarah merupakan tanah kepunyaan mereka.
Hal ini akan mengakhiri pertempuran selama hampir tiga dekade. Namun menurut para pengamat, bila hal itu terpacai penerapannya bakal sulit.
Pasalnya ada banyak rintangan seperti milisi pro pemerintah, perang suku yang perkepanjangan dan penduduk Kristen yang besar.
Melalui laporan investigatif berikut ini, Rebecca Henschke meninjau berbagai masalah di Mindanao.
Tag:
