Korea Selatan Beralih Ke Energi Angin, Laut Dan Babi Untuk Mengatasi Kekurangan Energi
July 18th, 2007 by Jason Strother
Menurut Shio Cina, tahun ini adalah tahun babi. Dan mereka yang lahir di tahun ini, akan mendapatkan keberuntungan.
Di Korea Selatan, para ahli lingkungan berharap babi tidak hanya membawa keberuntungan, tapi juga bisa menghentikan perubahan iklim.
Reporter Jason Strother memandu kita ke sebuah perternakan di I’chon. Disanalah tempat pertama dan satu-satunya di Korea, dimana energi yang diperbaharui, berasal dari babi. Simak laporannya bersama Artha Senna.
Pada siang hari yang terik, taksi yang saya tumpangi melintas jalan pedesaan yang sempit di kota I’chon. Sopir taksi nampaknya heran karena saya ingin pergi ke perternakan babi, padahal cuacanya panas.
Waktu saya keluar dari taksi, saya baru mengerti kenapa dia heran.
Ini bukan peternakan biasa, tapi pusat penelitian juga. Dimana konglomerat Korea Selatan, Daewoo berupaya untuk mengembangkan sumber energi yang bisa diperbaharui. Sehingga nantinya bisa mengurangi kebutuhan energi bahan bakar fosil seperti migas atau tenaga nuklir di negeri itu.
Tapi bagaimana mereka melakukannya?
Mereka mengumpulkan gas metan yang dihasilkan dari kotoran babi dan mengubahnya menjadi energi.
Itulah Heo, manajer peternakan.
Untuk memahami proses konversi metan dia membawa saya keliling fasilitas itu.
Pertama kami ke kandang babi.
Karena babi-babi itu nantinya akan dikonsumsi, mereka tidak boleh sakit.
Saya mandi sebentar, supaya bersih dan tidak mengkontaminasi hewan-hewan di dalam. Kemudian, mengenakan baju pelindung lengkap warna abu-abu dans setelah itu saya bersama Heo masuk ke salah satu gudang ternak yang besar.
Bau yang menyegat tercium dari luar. Di dalam malah lebih parah.
Ratusan babi dikurung dalam kandang kecil. Sebelum dibawa ke tempat pejagalan, mereka dikasih makanan dan mengeluarkan kotoran.
Setiap hari, 8.000 babi di peternakan ini menghasilkan 80 ton kotoran , atau yang disini disebut sebagai biomas. Seperempatnya dipindahkan ke bagian lain di kompleks itu, dan disanalah dilakukan proses awal pengambilan gas metan.
Inilah suara biomass yang dicampur dengan air, dan diproses lewat saringan untuk menyaring rambut dan kulit. Pada tahap ini, melalui fermentasi, gas metan disalurkan ke ke menara baja.
Setelah itu gas dimampatkan dan dibawa ke pembangkit listrik. Menurut staff setempat, gas metan dari biomass yang dihasilkan setiap harinya, cukup untuk memasok energi untuk 10 rumah tangga.
Meski itu tidak seberapa, peniliti, Yoo sung in, mengatakan jenis produksi energi ini masih dalam tahap pengembangan. Tapi menurutnya, engeri biomass dan energi alternatif lainnya bisa digunakan di masa depan.
“Di Korea, kami tidak punya energi sendiri. Alasan utama untuk menggunakan jenis energi yang bisa diperbaharui ini karena harga minyak semakin hari semakin mahal. Sehingga kami perlu mengembangkan cara-cara lain untuk menghasilkan energi.�
Para aktivis linkungan seperti Lee Yu-jean dari Greenpeace Korea, sepakat, fasilitas energi bio ini diperlukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida.
“Penggunaan kotoran babi untuk membuat energi bio ide yang baik. Kami negara penghasil CO2 sembilan terbesar di dinia. Kami menggunakan banyak energi. Kami harus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan gantinya menggunakan enregi yang bisa diperbaharui.�
Lee mengatakan pabrik biomass juga bisa mengurangi bahaya lingkungan lainnya.
Saat ini, Korea Selatan membuang sebagian besar kotoran hewan ke laut.
Green Korea berharap, kalau kebiasaan itu dilarang pada di tahun 2011 nanti, pabrik biomass seperti yang di I’chon, bisa mengurangi pembuangan itu.
“Kami sangat menentang cara pembuangan seperti itu. Pemerintah juga sudah tahu seberapa seriusnya tindakan itu. Makanya diperlukan peternakan atau fasilitas seperti di I’chon.â€?
Biaya operasional pabrik tersebut masih tinggi ketimbang penggunaan bahan bakar fosil.
Meski peternakan I’chon mendapatkan subsidi dari pemerintah, Yoo Sung In mengatakan, keuntungan baru bisa didapatkan kalau lebih banyak pabrik seperti ini dibangun.
Dia mengatakan ekstraksi metan telah menarik perhatian tim peneliti lainnya. Dan pada tahun 2008 mendatang, 20 pembangkit lainnya akan dibangun.
Selain itu,Seoul akan menjalankan proyek energi bersih lainnya, termasuk pembangkit tenaga angin dan matahari, serta membangun pembangkit listik tenaga gelombang laut terbesar di dunia, yang akan dirampungkan pada tahun 2009 mendatang.
Pemerintah memperkirakan, proyek ini akan menghasilkan pasokan listrik yang cukup untuk satu kota dengan penduduk yang mencapai setengah juta orang. Selain itu bisa mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari 300 ribu ton per tahun.
Pemerintah Korea ingin menunjukkan ke dunia, negeri itu sangat serius soal perubahan iklim dan berkomitmen untuk mengurangi emisi gas karbon serta gas rumah kaca lainnya.

Leave a Reply