Warga Miskin Di India Paling Parah Terkena Dampak Perubahan Iklim
July 9th, 2007 by Vinod K. Jose
Para pakar iklim terkemuka di dunia memperkirakan, pemanasan global akan menyebabkan mencairnya bongkahan es di pegunungan Himalaya, berkurangnya panen dan resiko meningkatakan penyakit di Asia.
Menurut Panel PBB mengenai perubahan iklim, sejumlah kawasan delta Asia yang sangat padat penduduk, terancam dilanda banjir dari laut dan sungai-sungai.
Laporan itu memperkirakan, suhu global akan meningkat sebanyak 3 derajat celcius abad ini.
Koresponden kami, Vinod K. melaporkan dari New Delhi mengenai dampak perubahan iklim kepada warga miskin di India. Laporannya disampaikan Heri Saktiyanto.
Inilah suara bising pompa air yang dinyalakan ribuan rumah tangga. Penyaluran air melalui pompa, di daerah pemukiman seprti di Delhi, hanya berjalan selama 30 menit sehari.
Kamma Singh warga setempat dari kantor ke rumahnya untuk memompa air.
Ini adalah daerah perkotaan India.
“Setelah empat hari saya tidak dapat air. Anda percaya tidak, selama empat hari kami sekeluarga, berlima hanya punya persediaan air yang sedikit sekali dan sekarang musim panas.�
Di daerah pedesaan di India jauh dari kota , kerbau membajak tanah.
Ganesh Hariram, seorang petani, kecewa karena curah hujan terus menurun dari tahun ke tahun.
Dia tidak bisa membajak tanahnya dengan baik kalau tanahnya tidak mendapatkan air yang cukup.
“Dulu disini ada sawah yang dikelilingi hutan. Sekarang orang luar bakal ketawa kalau kami bilang tempat ini tadinya hutan. Mereka sudah membabat habis daerah ini. Mereka juga membuat industri penambangan besi di sini yang beroperasi selama 24 jam. Jadi sungai-sungai dan udara kami sudah tercemar. Akibatnya tidak ada hujan.�
Perubahan cuaca sangat mempengaruhi kehidupan jutaan orang.
Dan rakyat miskinlah yang paling menderita. Srinivas Krishnaswamy adalah pemerhati suhu dan energi dari Greenpeace India.
�Karena musim panas semakinlama, suhupun meningkat dan musim hujan semakin pendek. Selama musim hujan air masuk ke sistem sungai dan tanah sehingga menjadi mata air. Jadi karena fenomena ini, selama satu dekade belakangan, persediaan semakin berkurang. Ya, betul kalau air tanah diambil berlebihan. Tapi bukan itu saja penyebabnya. Pengisian ulang air juga berkurang kaerna suhu yang semakin meningkat. Peningkatan suhu juga mempengaruhi pola hujam jadi langsung berdampak ke pertanian. “
Laporan PBB mengenai perubahan iklim mengunkap berita buruk untuk India.
Laporan itu memperkirakan akan terjadi kekurangan pangan, kelangkaan air, gelombang hawa panas, banjir dan migrasi jutaan orang. Semuanya karena perubahan cuaca yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca.
Naiknya permukan air laut di daerah dataran di India dan Bangladesh telah memaksa ribuan orang pindah dari tempat tinggal mereka.
Sehingga mereka menjadi pengungsi karena kerusakan lingkungan.
Srinivas Krishnaswamy.
“Banyak kota pesisir pantai yang bakal tergenang air seperti kota Mumbai dan Chenai.�
Sebuah penelitian PBB memperkirakan bila permukaan air laut meningkat hanya 45cm, maka akan menghancurkan 75 persen hutan yang tersebar seluas 10.000 km persegi di daerah Beggal Barat dan Bangladesh.
Mala adalah seorang nelayan di kota Karvar yang terletak di Pesisir Pantai India Barat. Permukaan laut yang meningkat sangat mempengaruhi hidupnya.
“Saya nanti pergi ke mana dengan bayi-bayi saya, kalau gubuk saya disapu bersih oleh gelombang laut? Saya tidak punya pilihan lain tapi tinggal di pesisir pantai, karena mata pencarian saya disini. Selama dua tahun terakhir sudah dua kali saya bangun kembali gubuk saya.�
Dr. Rohan D. Souza bekerja di pusat penelitian Kebijakan Ilmu pengetahuan di Delhi.
“Orang miskin yang menanggung akibat dari perubahan iklim. Sementara orang kaya bisa memenuhi kebutuhannya karena menggunakan uang untuk menghidar dari krisis ini.�
Arundhati Roy, seorang pengarang tinggal di Delhi.
Warga di pedesaan sampai perkotaan di India, merasakan dampak dari kerusakan lingkungan, katanya.
“Apa yang akan terjadi kalau sungai-sungai sudah kering? Kenapa gelombang pasang sering terjadi? Apa yang alam ingin katakan kepada kita? Masalah lingkungan sudah parah sekali. Bahkan di Delhi persediaan air semakin berkurang. Tidak ada satu sungaipun di India yang dimana airnya bisa digunakan Kita sudah tahu semua ini, tapi kita malah mempercepat proses perusakan lingkungan.�
Para ahli bahkan memprediksi jika kita berhenti mengisi gas rumah kaca,  iklim tidak akan kembali stabil untuk beberapa dekade ke depan, karena sudah rusak.
Untuk mengurangi kerusakan itu pengurangan emisi gas-gas harus dilakukan secara drastis.
Pemerintah, individu dan perusahaan besar bisa ikut membantu.

Leave a Reply