CHINA: Who benefits of Oil Wealth?

April 2nd, 2007 by Daniel Schearf  Print This Post/Page
 

4._Oil_and_Gas_in_the_Deser.jpgDi depot bahan bakar Lunnan yang terletak di provinsi Xinjiang bagian baratlaut Cina, para pekerja memamerkan Pipa Kilang Gas Barat sampai Timur. Wang Lequan Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang menjelaskan, pipa dengan panjang 4000km ini akan menyalurkan gas alam di negara itu sampai ke Shanghai.

“Tidak lama lagi Xinjiang akan menjadi pusat minyak dan gas terbesar; serta ladang minyak dan petrokimia terbesar di Cina. Menurut perkiraan Petro Cina tahun 2010 mendatang produksi gas dan minyak akan mencapai 50 juta ton dan tahun 2020 nanti akan mencapai sekitar 100 juta ton.�

Sampai pertengahan tahun 90-an, Cina merupakan pengkspor minyak yang cukup besar. Tapi sekarang 40 per sen dari kebutuhan minyaknya diimpor dari beberapa kawasan dunia yang tidak stabil secara politik. Beijing berusaha untuk meningkatkan persediaan energinya dengan cara mengeksplorasi minyak di daerah Tarim bagian selatan Xinjiang.

Ada yang bilang, teradapat sekitar 8 triliyun ton minyak mentah disana, yaitu sekitar sepertiga persediaan minyak Cina. Namun, para pejabat mengaku hanya 12 per sen saja yang sudah terbukti dan penyulingannya lambat sekali

Para pejabat minyak mengatakan, eksplorisasi dan pengeborannya merupakan yang tersulit di dunia. Kedalaman sebagian sumur mencapai 5,000 m dan para pekerja harus mengebor, struktur geologi yang rumit dan harus mengatasi padang pasir yang dapat berpindah .

Han Fei, adalah kepala pengeboran dan pengukuran perusahaan Schlumberger. Perusahan ini merupakan perusahaan pelayanan ladang minyak terbesar di dunia, dan satu-satunya perusahaan asing yang beroperasi di Tarim.

“Tekanan bagi perusahaan minyak adalah memproduksi lebih banyak minyak dengan lebih cepat karena tingginya harga minyak. Mereka tidak bisa melakukannya dengan teknologi tradisional. Sebelumnya mereka mengebor sumur dalam waktu tiga tahun. Kami bisa melakukannya dalam setahun. Itu sebabnya mereka membutuhkan teknologi kami�

Han mengatakan, Schlumberger mengebor sekitar 100 sumur setiap tahun untuk Perusahaan Minyak Tarim dan bisnis ini berkembang paling sedikit sektiar 50 per sen per tahun.

Para pejabat mengatakan Tarim akan memompa sektiar 15 juta ton minyak mentah tahun ini, 50 per sen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Namun biaya dan resiko bisnis ini tinggi. Pengeboran beberapa sumur saja dapat mencapai 12 juta dollar.

“Sudah tentu tekanan gas tinggi. Waktu mereka mengebor masalah terbesar adalah pengendalian sumur Sekitar dua tahun lalu paling sedikit 2 tambang minyak lepas pantai meledak dan ini menewaskan banyak orang.�

Para kritik juga mengatakan ekplorasi minyak tidak membawa banyak keuntungan bagi warga lokal. Khusunya bagi minoritas etnis Uighur, yang berbahasa Turki dan beragama Islam, yang merupakan mayoritas penduduk Xinjiang.
Hanya sedikit orang Uighur yang bekerja di perusahaan minyak Pria Uighur ini mengatakan ada unsur diskriminasi etnis.

“Sebenarnya, tidak ada orang Uighur di tempat-tempat yang menghasilkan uang. Justru orang-orang Uighur ada di tempat-tempat yang tidak ada uang.�

Para pejabat mengatakan, perusahaanlah yang membuat keputusan penempatan kerja, dan biasanya mereka mempekerjakan para pegawai dari kantor pusatnya di Beijing.

Sementara itu para pekerja minyak mengatakan tidak banyak orang Uighur yang berpendidikan yang dapat mengerjakan perkerjaan berketrampilan tinggi

Sung Longde, adalah Presiden Perusahaan Minyak Tarim, anak perusahaan Petro China.

Ia berargumen, mereka sudah membawa banyak keuntungan bagi Xinjiang dan warga lokal

“Sebagai perusahaan minyak yang sangat besar di Xinjiang, kami menjalankan tanggungjawab sosial kami. Dari awal operasi kami ada 20 prinsip…Kami mengambil keuntungan dari sistem sosial lokal,mendukung perkembangan perusahaan pelayaan lokal dan perekonomian lokal. Prioritas pertama kami Xinjiang dan yang kedua adalah daerah lain. Kami juga memberikan investasi untuk infrastruktur dan sumbangan untuk orang miskin dan korban bencana alam.�

Sun mengatakan, Perusahaan Minyak Tarim sudah membangun 11 jalan untuk warga lokal dan jalan raya di sekitar padang pasir untuk mengangkut minyak. Selain itu, mereka sudah membangun 11 sekolah dasar untuk anak-anak setempat, menanam semak-semak dan pepohonan untuk membendung penyebaran padang pasir.

Para pejabat mengaku sekitar 75% pajak minyak dan gas langsung diberikan ke Beijing.

Namun menurut Wang Lequan, Sekretaris Partai Komunis Xinjiang, secara keseluruhan pemerintah pusat memberikan lebih banyak uang dari yang mereka dapatkan.

“Tahun lalu, pendatapan Xinjiang mencapai sekitar 39,7 milyar yuan. Pendapatan lokal sekitar 25 triliyun yuan. Sisanya langsung ke pemerintah pusat. Tapi tahun lalu, pengeluaran total mencapai sekitar 53 triliyun yuan. 28 trilyun yuan dari pemerintah pusat.�

Wang katakan, ia juga prihatin dengan warga lokal. Menurutnya, pemerintah akan berusaha membantu etnis minoritas untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik Namun menurut para ahli meski investasi dan ekonomi semakin bertumbuh di provinsi ini, pada dasarnya warga lokal harus mencari lebih banyak kesempatan lagi.

Leave a Reply

 


ON AIR THIS WEEK
 

Topan Burma Menundukkan Militer Burma: Korban tewas akibat topan Nargis di Burma terus bertambah. Menurut pekerja kemanusiaan, jumlahnya  mencapai 20 ribu orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ada kekhawatiran angka ini terus bertambah akibat kolera dan penyakit bawaan air lainnya yang menyebar diantara  penduduk yang kehilangan tempat tinggal, yang mencapai  dua juta orang. Militer Burma berada ditekan Perserikatan Bangsa Bangsa agar membiarkan pekerja  kemanusiaan bekerja tanpa batas menangani bencana ini. Koresponden kami  melaporkannya untuk Anda.

Para Pelajar Kamboja Putus Sekolah Karena Tak Lagi Menerima Bantuan WFP :  Persediaan beras dunia kian berkurang dan berada di titik terendah  dalam  20 tahun belakangan ini.   Alhasil, harganya melonjak  lebih dari dua kali lipat  sejak awal 2008. Jurubicara Badan Pangan Dunia (WFP), Paul Risley mengatakan orang yang paling miskin akan kelaparan,  karena badan itu  tak sanggup memebeli beras.  Sejak bulan ini, WFP menghentikan pengiriman sarapan gratis untuk setengah juta anak sekolah Kamboja. Sorn Sarath dari  Radio of Democracy (VOD) mengunjungi salah satu sekolah itu,  dan mencari tahu dampakbya pada mereka.


 

RELATED POSTS