Kecantikan Jadi Faktor Utama Dalam Bursa Kerja Korea

May 3rd, 2008 by Jason Strother  Print This Post/Page
 

Korea_Flight_Attendants__web_.JPGDibanyak negara barat, merekrut pegawai karena penampilan adalah illegal. Tetapi saat seleksi pramugari di seluruh Asia, orang yang dicari adalah yang berpenampilan menarik dan percaya diri.

Jason Strother menelusuri penyebab pramugari menjadi pekerjaan yang banyak diminati perempuan di Korea Selatan.

Laporannya dibacakan Artha Senna.

Instrukur di akademi pramugari ANC sedang memberikan penjelasan pada kelasnya. Sekolah ini adalah satu dari banyak lembaga swasta di Korea yang mengajarkan seluk beluk pekerjaan di perusahaan penerbangan.

ANC mengatakan seperempat dari 4000 lulusan mereka, bekerja sebagai kru kabin setiap tahunnya. Lee Eun Hye, 24 tahun, salah satunya.

“Alasan orang menjadi pramugari antara lain karena alasan geografis. Korea itu sangat kecil dan kesempatan keluar negeri sangat sedikit.”

Teman sekelasnya, Kim Eun Hee, 25 tahun, mengatakan dengan menjadi pramugari akan membantu Anda menarik perhatian pria.

“Pria Korea suka dengan perempuan yang bekerja di perusahaan penerbangan. Karena gambaran pramugari itu pasti cantik dan menarik.”

Kathleen Barry, lewat ‘Femininity in Flight’ menceritakan sejarah pramugari.

Menurutnya keinginan bepergian dan dianggap sebagai masyarakat kosmopolitanlah yang mendasari pekerjaan ini banyak dipilih perempuan.

“Ada beberapa alasan mengapa para perempuan tertarik menjadi pramugari. Hal itu terjadi di Amerika Serikat berpuluh tahun lalu, tapi sekarang masih terjadi di Asia.”

Tapi menurut Barry, di barat, gambaran glamor ini telah bertahun-tahun terkikis. Ini ada hubugannya dengan gerakan feminis tahun 1960an dan 70an di mana banyak perempuan menolak diperlakukan sebagai objek seks.

“Banyak pramugari terlibat dalam gerakan ini, yang menuntut respek dari orang lain. Untuk menghilangkan prasangka pada gambaran hiperseksual ini, juga menghilangkan kesan yang glamor. Jadi para pramugari ingin terlihat profesional seperti pada profesi lainnya Bisa dikatakan, gerakan feminis Amerika Serikat lebih aktif ketimbang di negara lain.”

Hadirnya Hukum mengenai diskriminasi memaksa perusahaan penerbangan barat menghapus penampilan fisik sebagai kriteria perekrutan.

Di perusahaan penerbangan barat seperti Qantas Australia, pria berusia 50an yang melayani Anda. Mereka terlihat jauh dari kesan mempesona. Tapi di Asia khususnya Korea Selatan, kecantikan masih menjadi faktor penentu saat perekrutan.

Para pelajar di kelas perawatan ANC menghabiskan sekaleng semprot rambut saat mencoba menata rambut mereka. Perempuan lain yang duduk di depan cermin, sedang memakai kosmetik. Menurut Kim, Anda harus terlihat cantik bila ingin sukses.

“Banyak tekanan bagi perempuan. Saya harus diet dan ke pusat perawatan kulit, bahkan ada yang melakukan operasi plastik. Ini tentu menghabiskan banyak uang.”

Pramugari bukanlah satu-satunya profesi di Korea Selatan yang perekrutannya berdasarkan penampilan.

Park Jeong ook dari Korea Women Link, kelompok advokasi di Seoul, mengungkapkan karena tuntutan kerja orang Korea, perempuan lulusan perguruan tinggi kurang diminati.

Menurutnya banyak perusahaan Korea yang tidak mempermasalahkan kemampuan pegawai perempuannya. Mereka pikir, lebih baik merekrut pegawai yang menarik karena tugasnya hanya membersihkan kantor dan menyediakan minuman.

Karena itu banyak perempuan berkualitas putus asa atas hirarki dominasi pria Korea ini, tambah Park. Tapi dia tidak menganggap pramugari adalah altenatif yang baik.

Park mengungkapkan stuktur masyarakat Korea juga membuat perempuan tidak bisa memilih pekerjaan yang berbeda. Masyarakat harus bergandeng tangan merubah ini dan menciptakan posisi lebih baik bagi perempuan.

Tapi bagi pelajar Kim Eun Hee, pramugari adalah karier terbaik. Dia tak bisa membayangkan harus duduk di kantor dan dipandang rendah rekan kerja prianya.

“Walau bekerja di perusahaan besar, pria tetap saja mengabaikan perempuan, tapi pramugari pekerjaan yang pas bagi perempuan. Saya pikir ini yang terbaik.”

Leave a Reply

 


ON AIR THIS WEEK
 

Topan Burma Menundukkan Militer Burma: Korban tewas akibat topan Nargis di Burma terus bertambah. Menurut pekerja kemanusiaan, jumlahnya  mencapai 20 ribu orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ada kekhawatiran angka ini terus bertambah akibat kolera dan penyakit bawaan air lainnya yang menyebar diantara  penduduk yang kehilangan tempat tinggal, yang mencapai  dua juta orang. Militer Burma berada ditekan Perserikatan Bangsa Bangsa agar membiarkan pekerja  kemanusiaan bekerja tanpa batas menangani bencana ini. Koresponden kami  melaporkannya untuk Anda.

Para Pelajar Kamboja Putus Sekolah Karena Tak Lagi Menerima Bantuan WFP :  Persediaan beras dunia kian berkurang dan berada di titik terendah  dalam  20 tahun belakangan ini.   Alhasil, harganya melonjak  lebih dari dua kali lipat  sejak awal 2008. Jurubicara Badan Pangan Dunia (WFP), Paul Risley mengatakan orang yang paling miskin akan kelaparan,  karena badan itu  tak sanggup memebeli beras.  Sejak bulan ini, WFP menghentikan pengiriman sarapan gratis untuk setengah juta anak sekolah Kamboja. Sorn Sarath dari  Radio of Democracy (VOD) mengunjungi salah satu sekolah itu,  dan mencari tahu dampakbya pada mereka.


 

RELATED POSTS