Pimpinan Samsung Mundur Setelah Diperiksa Jaksa

April 26th, 2008 by Jason Strother  Print This Post/Page
 

Korea_Corruption__web_.JPGPimpinan Grup Samsung, perusahaan terbesar Korea Selatan, mundur dari jabatannya.

Pengunduran diri Lee Kun Hee dilakukan setelah ia dituduh melakukan penggelapan pajak.

Ini adalah kasus korupsi tingkat tinggi terbaru yang menimpa pimpinan perusahaan top Korea.

Dari Seoul, Koresponden Jason Strother memaparkan kisah ini selengkapnya dan dibawakan Vitri Angreni.

Hanya beberapa hari setelah pemeriksaan Grup Samsung diumumkan, pimpinannya, Lee Kun Hee, 66 tahun, menggelar jumpa pers di televisi nasional.

Dia membungkuk dalam pada penonton sebelum berpidato.

“Saya menyesal perhatian masyarakat tersita soal pemeriksaan jaksa ini. Saya minta maaf dan akan menerima resiko hukum dan bertanggung jawab penuh.”

Penyidik menuduh Lee bertanggung jawab atas penggelapan pajak dan manipulasi barang persediaan dengan tujuan menyerahkan pengawasan Samsung pada putranya.

Mereka menemukan Lee menyembunyikan 42,2 triliyun rupiah menggunakan rekening Bank pegawai lain dan berhutang pajak sebesar 1,1 triliyun rupiah.

Sembilan eksekutif Samsung lainnya juga dituduh melakukan kejahatan yang sama.

Saksi kunci pemeriksaan adalah Kim Yong Chul, bekas pengacara Grup Samsung.

Dia mengaku selama bekerja di perusahaan itu membantu para eksekutif menciptakan pembiayaan illegal tersebut.

Meskipun para pimpinannya mengundurkan diri dan perusahaan berjanji akan lebih transparan, Kim tak percaya akan ada perubahan di Samsung.

Menurutnya beberapa tahun lalu, Samsung berjanji mengubah cara bisnisnya dan menjual beberapa anak perusahaannya.

Tapi ini tak pernah terjadi.

Sekarang mereka berjanji lagi dan kali ini pun Kim tak percaya akan terwujud.

Bagi kebanyakan orang Korea Selatan, Kim sebagai saksi pelapor dianggap pahlawan karena berani membongkar korupsi.

Namun ada yang menganggap langkahnya ini menghancurkan perekonomian negara.

Saat Kim selesai melakukan jumpa pers, dia dihadang sekitar 30an orang yang marah di mana sebagian besar adalah pria tua.

Penyerangan terjadi tiba-tiba dan para pemrotes membakar foto Kim.

Ada yang takut, jatuhnya Lee turut meruntuhkan perekonomian negara karena produk Samsung menguasai 20 persen total ekspor nasional Korea Selatan.

Lee bukanlah pimpinan eksekutif konglomerat Korea pertama yang muncul di pengadilan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan Hyundai dan Daewoo juga ditemukan bersalah karena ketidakberesan keuangan, tapi lolos semudah membalikan telapak tangan.

Dr. Lee, pengajar ekonomi di Universitas di Seoul, mengatakan pertimbangan pentingnya konglomerat seperti Samsung mempengaruhi keputusan hakim.

Dia meminta nama lengkapnya tidak ditulis lengkap karena kasus ini sangat sensitif.

“Itu sudah jadi tradisi. Pengadilan selalu mengatakan para konglomerat punya kontribusi besar pada perekonomian dan masyarakat Korea.”

Karena alasan inilah, Dr Lee menyatakan hakim biasanya menjatuhkan hukuman yang ringan pada mereka.

Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak berjanji bisnis di negara itu akan lebih transparan.

Tapi Dokter Lee mengingatkan kita tidak bisa berharap ada perubahan dari presiden yang juga menghadapi tuntutan korupsi saat masih di dunia bisnis.

“Menurut saya perekonomian Korea mengalami kemunduran dan fakta presiden kita bekas CEO perusahaan besar memperumit masalah ini.”

Jika Lee Kun Hee dinyatakan bersalah dan dihukum, maka dia kan menghabiskan lima tahun hidupnya di penjara.

Leave a Reply

 


ON AIR THIS WEEK
 

Topan Burma Menundukkan Militer Burma: Korban tewas akibat topan Nargis di Burma terus bertambah. Menurut pekerja kemanusiaan, jumlahnya  mencapai 20 ribu orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ada kekhawatiran angka ini terus bertambah akibat kolera dan penyakit bawaan air lainnya yang menyebar diantara  penduduk yang kehilangan tempat tinggal, yang mencapai  dua juta orang. Militer Burma berada ditekan Perserikatan Bangsa Bangsa agar membiarkan pekerja  kemanusiaan bekerja tanpa batas menangani bencana ini. Koresponden kami  melaporkannya untuk Anda.

Para Pelajar Kamboja Putus Sekolah Karena Tak Lagi Menerima Bantuan WFP :  Persediaan beras dunia kian berkurang dan berada di titik terendah  dalam  20 tahun belakangan ini.   Alhasil, harganya melonjak  lebih dari dua kali lipat  sejak awal 2008. Jurubicara Badan Pangan Dunia (WFP), Paul Risley mengatakan orang yang paling miskin akan kelaparan,  karena badan itu  tak sanggup memebeli beras.  Sejak bulan ini, WFP menghentikan pengiriman sarapan gratis untuk setengah juta anak sekolah Kamboja. Sorn Sarath dari  Radio of Democracy (VOD) mengunjungi salah satu sekolah itu,  dan mencari tahu dampakbya pada mereka.


 

RELATED POSTS